• Senja dan peselancar di pantai Labuhan Jukung

  • Pantai di Pugung Tanjung Kecamatan Lemong

  • Perahu nelayan di tepi pantai

  • Sunset di tepi Lapangan Merdeka Labuhan Jukung

  • Sunset di Pantai Labuhan Jukung

  • Salah satu sudut Bukit Selalaw

Kamu dan Kenangan





Detik berganti menit
Menit berganti jam
Jam berganti hari
Begitu lembut berputar
menyisakan sebuah kenangan
antara kau dan aku

Indah dan mengharu biru
memberi ingatan indah akan engkau
dan semua kisah yang pernah terjadi
antara kamu dan aku

Senyum, pelukan, dan kehangatanmu
pernah kurasakan, pernah kunikmati
tapi itu hanya sebatas fatamorgana
yang hilang terbawa waktu
entah kapan akan bertemu kamu

Dendam di hatimu sungguh tinggi
setinggi ego yang kau bangun untukku
tak pelak itu membuatku ragu
apakah ini cinta atau sebatas nafsu?

Share:

Kisah Muslimah Hitam Penghuni Surga



Ketika Ibnu Abbas mengajak seorang sahabat untuk bertemu dengan seorang wanita yang merupakan ahli surga, dia berkulit hitam, yang pernah bertemu dengan Nabi SAW dan meminta doa untuk penyakitnya. Tetapi Nabi membuat pilihan untuk wanita, yaitu:

Jika dia sabar, wanita itu akan masuk surga. Ketika disembuhkan, itu terbatas pada penyembuhan. Jadi dia diberitahu bahwa dia menyukai surga, tetapi karena auranya terbuka karena penyakitnya, dia meminta Rasulullah saw untuk berdoa agar auratnya tidak terbuka, dan Rasulullah mendoakannya.

Kemudian wanita itu meminta Rasulullah kesabaran  hidupnya sehingga Allah  akan memberinya surga. Keputusan untuk bersabar dibuat dengan keyakinan tinggi baginya. Pahala terbaik bagi seorang yang menderita adalah surga.

Share:

Kisah Masyitah Pelayan Putri Fir’aun


Kisah inspiratif Islami ini berasal dari Masita. Ia adalah pelayan putri Firaun, dan ia adalah seorang wanita yang berani mengorbankan jiwa dan raganya demi agama. Dia adalah seorang ibu dengan sifat cinta dan kebaikan. Dia sangat mencintai anak-anak dengan kasih sayang yang sangat tulus dan senang berjuang, bekerja dan membuat mereka bahagia di dunia dan di akhirat.

Salah satu tantangan terberat yang dihadapi Masita adalah penyiksaan dan penyiksaan anak-anaknya oleh Firaun. Anak-anaknya penuh hormat dan baik hati. Ada berbagai kekejaman dan siksaan kepada Masita. Semua ketidaknyamanan yang dia hadapi dengan parah sampai akhir kematiannya membuatnya bahagia, dan Tuhan menyenangkannya.

Masyitah berhasil membesarkan anak-anak untuk berjuang di jalan Allah. Rasulullah pernah bertanya kepada Jibril ketika Rasulullah sedang menjalani Isra dan menyatakan bahwa Mi’raj Rasulullah mencium bau yang sangat harum. Jibril menjawab bahwa itu adalah bau  putri Firaun dan pelayan anak-anaknya, Masyitah.

Share:

Menuju Sukses Butuh Usaha Dan Kerja Keras


Pada sebuah daerah terdapat gunung yang konon katanya ketika pendaki mencapai puncaknya akan disuguhkan sebuah pemandangan yang cantik nan eksotis. Bisa dibilang pemandangan yang disuguhkan oleh gunung tersebut tak bisa ditemukan di tempat lain.

Karena hal tersebut beberapa waktu kemudian datangnya seorang pemuda yang bermaksud untuk mencapai puncak gunung tersebut. Pemuda tersebut lalu mencoba untuk menapaki langkahnya hingga sampailah di lereng gunung.

Pada area lereng gunung terdapat sebuah rumah yang di dalamnya terdapat seorang kakek tua. Lalu pemuda tersebut menemui sang kakek dan bertanya untuk menunjukkan jalan menuju puncak gunung.

Sang kakek menjelaskan jika terdapat tiga jalan untuk menuju puncak. Semua jalan bisa dilalui, namun tetap saja setiap pendaki harus memilih jalan untuk menuju ke puncak.

Seketika pemuda memilih jalan yang sebelah kiri. Namun sebelum langkah pertama diambil pemuda tersebut, sang kakek menjelaskan jika pada jalan sebelah kiri terdapat banyak kerikil dan rintangan. Seakan penuh keberanian dan percaya diri, pemuda tadi mulai menapaki langkah demi langkah.

Semua yang diberitahu oleh kakek tua tadi ternyata benar. Semakin tinggi jalan yang dilalui oleh pemuda tadi. Kerikil dan bebatuan besar kerap ia temui. Bahkan jalan juga seakan-akan tak berpihak kepadanya.

Selanjutnya ia memutuskan untuk turun dan kembali ke kakek tua. Ia menjelaskan semua kejadian yang dialaminya. Lalu pemuda tadi ingin mencoba menggunakan jalan sebelah kanan. Sang kakek tua menjelaskan kembali jika pada jalan kanan penuh duri sambil tersenyum manis.

Pemuda tadi tetap melangkah, sekali lagi omongan kakek tua tadi benar kembali. Pemuda tadi mendapatkan banyak rintangan. Lalu ia kembali lagi dan meminta arahan kepada sang kakek , sebenarnya jalan yang aman dan tak banyak rintangan itu yang mana.

Sang kakek menjawab dengan nada serius. “Nak untuk menuju puncak dan mendapatkan pemandangan yang indah memang diperlukan usaha dan kegigihan. Semua jalan yang kamu lewati tidak ada yang pasti kemudahannya. Bahkan mungkin jalan buntu juga akan kamu temui,” ucap kakek tua seperti memberikan sebuah nasihat.

Dari apa yang diucapkan oleh sang kakek tua membuat pemuda tersebut paham apa yang dimaksud dan bertekad untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak apa pun itu rintangannya.

Dari kisah tersebut kita bisa paham jika untuk menuju sukses atau tempat tertinggi dibutuhkan kerja keras dan keberanian. Selain itu doa dan berserah diri kepada Allah juga sangat penting sekali. Sebab ketika kita berdoa dan berusaha, maka jalan akan dibukakan oleh Allah.

Sesulit apa pun menurut manusia, bagi Allah adalah sebuah kemudahan untuk mengubahnya menjadi jalan yang tak berliku.

Share:

Setiap Kejadian Akan Memiliki Makna


Dikisahkan ada sebuah keluarga yang memiliki anggota di dalamnya yang begitu banyak. Satu ayah satu ibu dan tiga orang anak. Keberadaan mereka semua sudah membuat suasana rumah menjadi ramai. Selang beberapa waktu kemudian sang ayah membawa kabar bahagia bagi semua anaknya jika mereka akan mendapatkan adik lagi.

Siapa sangka kabar bahagia dari ayah tidak disambut baik oleh sang anak sulung. Ia menentang perkataan ayah. Keduanya berdebat hingga tak menemukan jalan keluar. Usut punya usut ternyata sang ayah dan anak sama sama memiliki watak keras dan tak mau mengalah satu sama lain.

Sang anak sulung memberikan  penjelasan jika ia melihat dari sisi ibu yang sudah tua bagaimana nanti mengasuh dan merawat anggota keluarga baru tersebut. Meski penuh pertentangan, namun waktu tetap berjalan dengan kondisi kandungan sang ibu membesar hingga memasuki usia 4 bulan.

Dalam usia 4 bulan kandungan memang tidak dapat digugurkan. Bahkan menggugurkan kandungan juga termasuk dosa dan melanggar hukum. Dalam kondisi tersebut sang anak sulung masih memiliki kebencian yang begitu mendalam terhadap semua yang terjadi.

Namun perlahan-lahan ia berdoa kepada Allah untuk menghilangkan rasa bencinya jika memang adik baru untuknya adalah pilihan terbaik dari Allah. Allah mengabulkan doa dari anak sulung dan menghilangkan rasa benci dalam dirinya.

Ketika sang adik baru lahir, ternyata kondisinya terbilang cukup buruk karena adanya penyakit jantung. Berbagai usaha sudah dilakukan keluarga tersebut untuk kesembuhan adik baru tersebut. Waktu tetap berjalan hingga suatu saat hasil rontgen dokter keluar dan memberikan penjelasan jika adik baru telah sembuh dari penyakit jantung yang dideritanya.

Semua keluarga merasa bahagia sekaligus terharu. Tak lupa ucap syukur atas kesembuhan adik baru kepada Allah tetap dipanjatkan.

Dari cerita tersebut kita belajar jika setiap kejadian yang telah ditakdirkan oleh Allah selalu memiliki makna tersendiri. Sering kali tak sadar akan makna dibalik kejadian. Hal ini kerap kita alami ketika menghadapi kegagalan.

Kita lebih suka mengumpat daripada berpikir jernih terkait makna apa yang ada dibalik kegagalan yang terjadi. Bisa jadi karena Allah ingin menyadarkan jika pilihan yang kita ambil selama ini salah. Dan dibuatlah sebuah kegagalan.

Maka dari itu baik keberhasilan maupun kegagalan bahkan dalam kejadian lainnya pun harusnya tetap disikapi dengan pikiran jernih dan selalu mengingat jika Allah sudah menggariskan apa yang harusnya terjadi.

Share:

Memberi Tanpa Menghina


Dikisahkan ada seorang penjual selimut dengan kualitas terbaik. Selimut tersebut bervariasi harga dan ketebalan yang diberikan. Suatu hari ada seorang kakek tua renta dengan kondisi baju lusuh. Jika dilihat secara menyeluruh, kakek tua tersebut ternyata adalah orang tidak berpunya.

Meski begitu ia tetap memberanikan diri untuk membeli sebuah kalimat. Ketika kakek tua tersebut berada di dalam toko. Kebanyakan para pengunjung melihatnya dengan sinis dan tentunya penuh akan rasa tak suka.

Namun siapa sangka pemilik toko melayani kakek tua tersebut dengan sopan, perhatian layaknya pengunjung lainnya. Kakek tua tersebut mengutarakan maksud kedatangannya ke toko tersebut untuk membeli selimut.

Ia meminta selimut dengan harga paling murah karena total uang yang dimiliki kakek tua tersebut hanya pas-pasan. Bahkan dibilang cukup ternyata tidak bisa. Mengetahui hal tersebut, pemilik toko tetap memberikan pelayanan terbaik sekaligus mulai mencari selimut untuk kakek tua renta tadi.

Siapa sangka pemilik toko memberikan sebuah selimut kualitas terbaik. Menariknya harga yang dibanderol untuk selimut tersebut adalah sejumlah total uang kakek tua tadi. Lantas kakek tua tadi memberikan ucapan terima kasih yang begitu mendalam kepada pemilik toko.

Ternyata selimut yang dibeli kakek tua tersebut adalah untuk menyelimuti anak istri dibalik tembok rumahnya. Suatu hari datanglah pengujung ingin membeli selimut yang sama kualitasnya dengan kakek tua.

Pengunjung tersebut tampak marah ketika mengetahui harga dari selimut tersebut. Ia membandingkan harga yang diberikan kakek tua kemarin terhadap dirinya saat ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Ia menganggapnya tidak adil.

Dengan penuh kesabaran pemilik toko memberikan penjelasan. “Memang benar harga yang saya berikan  kepada Anda berbeda dengan kakek tua kemarin. Namun kali ini saya berdagang dengan manusia, sedangkan  kemarin saya berdagang dengan Allah,” ucap pemilik toko selimut.

Seketika pemuda tadi tertegun dan membayar sesuai harga yang dibayarkan sambil berdoa agar kakak tua tersebut terhindar dari rasa dingin beserta keluarga. Lalu ia juga berucap dan memohon kepada Allah agar keluarganya dijauhkan dari siksaan api  neraka.

Pesan moral yang diberikan dari kisah tersebut adalah seberapa tinggi jabatanmu tetaplah berbagi kepada sesamamu. Banyak yang membutuhkan bantuan dengan rasa ikhlas tak peduli sebesar apa pun itu bantuanmu.

Kelak keikhlasanmu dalam membantu sesama akan bisa memberikan jalan terbaik pada kehidupan di masa depan. Dan selalu ingat jika berbagi kepada sesama tidak akan membuat kita menjadi miskin. So jangan pernah ragu untuk berbagi penuh rasa ikhlas dengan sesama.

Share:

Setitik Kebaikan Bisa Menyadarkan Kejahatan


Kisah selanjutnya adalah tentang seorang kakek tua pemilik pohon pepaya dengan seorang pemuda pencuri. Pada suatu hari ada seorang kakek tua yang sudah memiliki pohon pepaya dengan kondisi berbuah matang.

Pohon pepaya tersebut dirawat dari kecil hingga bertumbuh dan menghasilkan buah. Akan tetapi buah yang dihasilkan dari pohon pepaya tersebut sangat sedikit. Posisi pohon tersebut di dekat pagar yang bersebelahan dengan  jalan raya.

Pada keesokan harinya sang kakek pemilik pohon berniat untuk memetik buah pepaya yang selama ini ia rawat. Namun siapa sangka ketika sampai ternyata buah pepaya tersebut sudah hilang beberapa biji. Seketika sang kakek kembali ke dalam rumah dan terlihat murung.

Sang istri yang melihat keadaan tersebut merasa heran hanya karena buah pepaya yang tak seberapa harganya bisa sekecewa dan semurung itu. Namun yang dipikirkan oleh kakek berbeda dengan yang dipikirkan oleh sang istri.

Ia memikirkan begitu kasihan terhadap seorang pencuri harus menunggu sampai tengah malam sekaligus penuh usaha hanya untuk mendapatkan beberapa buah pepaya. Keesokan harinya ia berinisiatif untuk membantu sang pencuri dalam meletakkan sebuah tangga.

Namun siapa sangka ketika keesokan harinya buah pepaya yang ada pada pohon masih utuh jumlahnya. Sang kakek mulai bersabar dan mencoba menunggu keesokan harinya. Akan tetapi kejadian yang sama masih kakek alami, di mana buah pepaya masih utuh meskipun sudah diletakkannya sebuah tangga di dekatnya.

Hari esoknya kakek kedatangan tamu seorang pemuda yang belum pernah ia temui sebelumnya. Pemuda tersebut membawa beberapa pepaya matang. Pemuda tersebut memberikan pepaya tersebut kepada kakek dan meminta maaf.

Pemuda tersebut juga menjelaskan jika dirinyalah yang mencuri pepaya milik kakek tadi. Sebenarnya pemuda tersebut masih berniat untuk mencuri pepaya. Namun karena adanya sebuah tangga tadi, pemuda tersebut hatinya tergerak dan sadar jika pemilik pepaya tersebut begitu sabar sekaligus baik hati. Sejak saat itu pemuda tersebut sudah memiliki tekad untuk berubah dan tidak mencuri lagi.

Pesan moral yang diberikan oleh kisah tersebut adalah sebuah kebaikan meski sekecil apa pun itu ternyata bisa memberikan dampak positif terhadap kebaikan orang lain. Mungkin orang lain memiliki rasa jahat terhadap kita.

Namun bisa jadi akibat kebaikan yang selama ini kita tabur di mana pun tempatnya akan memberikan buah manis di kemudian hari seperti mengubah niat jahat seseorang menjadi lebih baik lagi.

Apapun bentuknya, kebaikan pasti akan memberikan hasil yang berdampak positif kepada kita. Meski mungkin kita tak merasakannya. Bisa jadi yang akan menuai adalah anak cucu kita kelak. So, jangan pernah bosan untuk berbuat baik kepada sesama.

Share:
{{ date }}
{{ time }}
BIRU ANGIN

Postingan Populer

My Profil

Foto saya
Hidupmu takkan berubah jika kau hanya berpangku tangan

Recent Posts