Jelaga menoreh di muka angin
menggoyang pucuk Akasia di tanah merah
hitam tak berbentuk, hitam menyeruduk
lelah apapun tetap kujaga
Ada kaca yang bisa melukis
carut marut rasaku ini
Hanya saja aku tak berani
untuk lagi-lagi menangis
Kuncup Kamboja jatuh
menyentuh tanah merah muda
terinjak kaki sekumpulan semut
tertawa penuh kemenangan
Duhai apalah artinya diri
jika tak dihargai diri sendiri
melemah antara batas harapan dan impian
melemah antara benci dan iri
Kau tak tahu... tak apalah
Jelaslah semua... aku tetap suka





Tidak ada komentar:
Posting Komentar