Buku Harian Yang Belum Tertulis



Tak sempat aku menulis buku harian
sejak lama kusimpan biar bisa kutulis
tetapi sampai saat ini tak sempat lagi
sebab engkau tak ada, sebab engkau pergi

Dari lemari kuambil dia, kubuka ingin kutulis
alangkah beratnya, tak ada cerita kuingat
agar bisa mengalir cerita tentang kita,
dendam, angkara murka

Pena pun habis tintanya, sebab aku
coba melukis angin di wajah air
berkat gunting yang terus kubawa
buat menggunting dongeng selama ini

Buku harian yang belum tertulis
tak sempat lagi kusentuh
kau tak mau menuntunku mengeja
kata-kata, bait demi bait,
syair demi syair, rayuan demi rayuan

Akh, terlalu dini di tulis
mungkin besok atau lusa saja
          saat engkau pulang



Zainal Arifin
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

{{ date }}
{{ time }}
BIRU ANGIN

Postingan Populer

My Profil

Foto saya
Hidupmu takkan berubah jika kau hanya berpangku tangan

Recent Posts