Biru Laut



Sembilan bulan berlalu dengan cepat
catatan waktu dua puluh empat jam disetorkan
kepada satu harapan akan dapat
memetik daun Mahoni
atau menunggu genap 365 hari

Masih laut membiru pada pantai Labuhan Jukung
di tepi teluk samudera Hindia
bergelombang menyisakan tanya
apa engkau memang tulus atau berpura?

Keniscayaan itulah harapan
Harapan itulah impian, apa bedanya?
Jangan lagi kau tebar janji, mengulangi kesalahan
dua tahun silam, biar episode kemarin
usai dan tak usah dibawa pulang
mengotori otak belakang kita

Maka, ayuhlah melangkah!
Menjejak erat hari esok, buat kita
engkau dan aku
buat penawar asa ini dan itu
Bukankah itu yang kau mau
seseorang yang mau mendengar
keluh kesah dalam mimpimu
              malam tadi .....
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

{{ date }}
{{ time }}
BIRU ANGIN

Postingan Populer

My Profil

Foto saya
Hidupmu takkan berubah jika kau hanya berpangku tangan

Recent Posts