Entah doa apalagi yang harus kupanjatkan
agar sampai dalam mimpimu, agar sampai
pada nuranimu!
Entah harapan yang bagaimana lagi
agar aku bisa terus mengikat persahabatan ini
Demi apalagi?
Demi apalagi?
Enam bulan, sepuluh bulan, apa bedanya?
365 hari, 100 hari, 10 hari apa warnanya?
Semua sama....
Yang tak sama adalah sikapmu
berubah tanpa arah
pergi tanpa nurani
Haruskah aku tetap bersabar?
Demi sebuah janji, sahabat!
Aku rela lewati jalan bertabur kaca tanpa alas kaki
kubiarkan darah menetes
buat pengukir nama kita di badan debu
agar kau tahu aku kecewa





Tidak ada komentar:
Posting Komentar