Apakah bisa cinta di tukar dengan selembar puisi
yang ditulis oleh tangan bidadari, supaya tetap hangat
hati ini dan terus mengingat namamu?
Apakah bisa rindu dijadikan cahaya
yang lahir dari sinar matamu, supaya rindu
tetap terpateri bersama wajahmu?
Gelombang dalam dada menghentak, suka bila kau ada
luka bila kau tiada,
Apakah ini memang cinta?
Perasaan terombang-ambing bila kau tidak tersenyum padaku,
Apakah ini namanya cinta?
Sebening embun yang jatuh pagi ini di ujung rumput
itulah ketulusan yang aku berikan untuk sebuah
keagungan hati dalam sebuah ikatan suci
pada gemerlap bintang kejora, pada galaksi bimasakti,
pada sinar bintang berekor, komet malam ini
Ingatanku mengembara pada saat hati tengah gulana
sebab engkau diam, sebab engkau berpaling,
sebab engkau tak menyapa, namun kini jelaslah
bahwa hati ini tak bisa dipisahkan oleh
apapun juga kecuali maut





Tidak ada komentar:
Posting Komentar