Hanya Selembar Purnama



Kereta datang pukul empat sore
melintas batas kota Kediri
Kudengar nyanyian burung bence
bersedih hati di tepi dahan Jati
menangis diri yang jauh dari sini

Kau pun lalu, memakai gaun merah muda
melambaikan tangan dan menyapa malam
yang turun gemulai di balik bukit
memagari kota di tepi pantai
Akh, lagi-lagi kau tersenyum

Padahal ada luka di hatimu, tiap kau ingat aku
Apakah kau hanya memoles luka dengan suka?
Atau menambal luka dengan cinta?

Lari dan berlari di ketiak purnama
mengitari garis elips penuh ilusi
terengah menghirup cinta yang menguap
diterpa angin bulan Juli
Kau dan aku tak tahu tuju
bagai Camar jatuh di sungai berarus deras
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

{{ date }}
{{ time }}
BIRU ANGIN

Postingan Populer

My Profil

Foto saya
Hidupmu takkan berubah jika kau hanya berpangku tangan

Recent Posts