• Senja dan peselancar di pantai Labuhan Jukung

  • Pantai di Pugung Tanjung Kecamatan Lemong

  • Perahu nelayan di tepi pantai

  • Sunset di tepi Lapangan Merdeka Labuhan Jukung

  • Sunset di Pantai Labuhan Jukung

  • Salah satu sudut Bukit Selalaw

Kita Perlu Musuh

Siapapun tidak ingin punya musuh. Lebih asyik punya teman segudang. Tapi, bukan berarti musuh tidak berguna. Kita juga perlu musuh, lho.
“Bro, gue mau curhat nih. Gue tuh dimusuhi teman se-gank. Enggak pernah di tegur lagi. Mereka suka ngegosipin yang enggak-enggak. Katanya egoislah, tukang aturlah. Pernah gue nyamperin mereka di kantin. Mereka yang tadinya rame jadi diem. Bete banget deh, pokoknya! Sebel! Padahal dulu kita tu temenan deket banget. Sampai ortu masing-masing pun kenal baik.” Bro ini adalah salah satu contoh hubungan permusuhan. Berbeda dengan temenan, permusuhan justru bikin kita senewen dan kelimpungan. Kita jadi cenderung memasang pertahanan diri yang kuat sehingga membuat permusuhan kita makin meruncing.
Seharusnya musuh cuma kita dianggap sebagai lawan. Sama seperti tim basket atau sepak bola klub lain yang jadi lawan kita saat memperebutkan piala kejuaraan. Tipe musuh seperti ini mestinya dibatasi oleh waktu dan aturan tertentu. Habis bertanding, maka permusuhan sudah selesai. Memang ada rasa kecewa, tapi kita rela berjabat tangan.
Ada pula tipe musuh yang menimbulkan konflik seperti dialami kebanyakan orang. Enggak ada batas waktu yang pasti untuk mengakhiri permusuhan itu bahkan bisa berlarut-larut. Maka apabila kita memiliki tipe musuh seperti ini, ingatan kita langsung tertuju pada pertengkaran, sikap yang ketus, serta ngomong yang ngejelek-jelekin. Kalau ketemu musuh, kita langsung pasang kuda-kuda sekaligus jaim. Tak heran jika hal ini akan membawa efek negatif bagi yang mengalaminya.
Sebenarnya banyak hal positif saat diambil apabila kita berada pada posisi berlawanan dengan musuh. Karena musuh itu menyimpan potensi-potensi bermanfaat buat kita, antara lain dijelaskan sebagai berikut.
Jadi Motivator
Kita bisa memanfaatkannya sebagai motivator untuk jadi lebih baik. Saat manyadari punya musuh, kita akan memperkuat diri. Kita ingin punya nilai lebih dibanding musuh kita. Enggak mau dianggap cemen. Percayalah, makin kita menganggap hebat musuh kita, makin kuatlah diri kita untuk menjadi lebih darinya. Oke juga, ya?
Penunjuk Kelemahan
Musuh pasti-sangat-bersemangat mencari seluruh kelemahan dan kekurangan kita tanpa tedeng aling-aling. Enak saja musuh kita berkata, “Kamu memang pengecut! Berani ngomong di belakang. Kalau berani, ngomong, dong disini, coba!” Bro, diam-diam kita jadi sadar kalau sebenarnya kita cuma berani ngomong di belakang saja. Makanya kita perlu berterima kasih kepadanya, bukan malah dimusuhin!
Uji Mental
Teman cenderung membuat kita nyaman dan tak ada tantangan. Lain dengan poosisi musuh yang membuat kesiapan mental kita lebih tinggi. Lewat musuh, kita bisa menguji kemampuan mengendalikan emosi. Kita juga belajar untuk tetap bersikap tepat dalam situasi sulit, serta bagaimana mengelola diri supaya tidak terjebak dalam bad mood.
Mengasah Logika
Bersama teman yang seiring-sejalan, kita akan lebih subjektif menilai diri sendiri. Tapi dengan adanya musuh, minimal kita ‘dipaksa’ untuk menilai diri sendiri dari dua sudut pandang dan kepentingan yang berbeda pula. Kita juga perlu mengasah otak, mencari argumen yang tepat untuk diplomasi, apabila lebih mengandalkan kekuatan otak, serta mencari jalan keluar terbaik. Ingat, kekerasan memang kadang dibutuhkan, tetapi terkadang tidak dapat menyelesaikan masalah.
Weww, banyak ‘kan keuntungan kita punya musuh? Makanya rugi banget jika kita hanya memikirkan segi negatifnya saja saat kita punya musuh. Iya nggak?
Jurus Andalan Menghadapi Musuh
Supaya mendapatkan manfaat dari musuh, kita perlu jeli dan memiliki strategi yang tepat. Ini jurus-jurus andalannya. Bila dalam posisi tanding, kita bisa melihat pola-pola serangan musuh. Bila terdesak, kita jadi sadar kalau kita masih punya titik lemah. Dengan begitu kita bisa mengurangi titik lemah tersebut. Bila nanti terjadi konflik, usahakan untuk mengendalikan diri. Jangan sampai pikiran kita buntu oleh emosi. Dengan begitu kita dapat mengukur perkembangan daya tahan mental kita.
Namun semua itu tergantung pada kalian semua. Jangan sampai di dunia ini anda sedikit memiliki teman, tapi justru memiliki musuh banyak. So, pepatah ‘dimana bumi di pijak, disitu langit di junjung’ harus jadi motto bagi hidup kita. (za)
Share:

Kehilangan



Saat tengah malam
aku terbangun sendiri, kehilangan mimpi
tentang persahabatan, tentang kasih sayang yang hilang
Aku termangu terasa ingin menangis
Aku termangu semua terasa hambar dan sepi
Aku termangu tak tahu entah kepada siapa
mesti kuungkapkan segala keresahanku ini

Saat pagi menjelang
mata mengerjap, berharap
semua cerita tentang kita kembali
bersama matahari, bersama embun, bersama angin
bersama senyummu

Saat matahari tergelincir ke barat
merona di kerongkongan yang tercekat
walaupun semuanya menjadi pekat
aku berharap
kau datang sahabat, membawa lilin
untukku menapaki jalan ini
bersamamu, seperti dulu
saat kita bisa bercanda,
bisa tertawa, bisa berdua
Share:

Janji



Buat janji yang telah terucap
melingkar indah di jari kelingking
untuk tetap setia pada
rasa, pengertian, pengorbanan

Apabila ia telah terikat erat
pada bibir angin  yang terus tersenyum
kita takkan melepaskannya walaupun
bilamana masanya kita tak lagi bersama
dalam ikatan batin satu rasa dan satu jiwa
Coba tanyakan pada deru mesin motor merah
yang menjadi saksi bisu atas semua kisah kita
akan kesungguhan hati yang pasti membukti
bahwa cerita ini akan kita bawa sampai mati
hingga tak seorang pun mengerti kenapa kita
seperti ini, yang tak peduli pada duri
yang siap menggores melukai hati?
Pada pepohonan yang kedinginan
biar ia cerita semua yang ia dengar
di sela gemeretak gigi senja
awan mendung dan bayangan malam
Ya, tanyakan saja. Semua ada disana
Share:

Apa Kabarmu?



Malam ini purnama sobat
kulihat ia turun bermain
di halaman samping rumahmu
mengetuk daun jendela kamarmu
dan membisikkan, “ Kau sudah tidur?”
Lalu ia bercerita tentang kita, tentang pelangi
tentang mendung, tentang hujan, tentang perjalanannya

Kamu tau nggak
seandainya kamu sedih maka
gemintang pun enggan mengerjap
purnama meredup, laut ‘kan diam,
angin enggan bertiup, karena kamu
Dengan berlayarnya ia di kegelapan
akan terciptalah cermin di muka laut
menyilakan wajahmu terbaca disana
memantulkan ceritera tentang kita
Apapun juga, kau akan tetap ceria
disini, di dinding hati, dinding asa
Merelief indah, takkan tergores
sampai nanti, sampai mati
namamu tetap abadi
Share:

Ikatan





Kuhidangkan sebuah persahabatan
yang kuhiasi dengan indahnya persaudaraan
dan tulusnya pengorbanan
demi engkau, demi kita
agar tetap ikatan ini sampai nanti
tanpa curiga
tiada dusta

Lama kita jalani dengan liku dan duri
dalam kehangatan tawa
belaian canda
panasnya duka

Tetapi aku selalu didera
oleh rasa yang selama ini tak bisa kuterjemahkan
takut bahwa ini akan berakhir
di tengah jalan seperti waktu dulu
seperti dulu

Jika memang ini adalah pilihan yang diberikan
biarlah waktu yang akan menjawab
semua keresahan ini.


Zainal Arifin
Share:

Buku Harian Yang Belum Tertulis



Tak sempat aku menulis buku harian
sejak lama kusimpan biar bisa kutulis
tetapi sampai saat ini tak sempat lagi
sebab engkau tak ada, sebab engkau pergi

Dari lemari kuambil dia, kubuka ingin kutulis
alangkah beratnya, tak ada cerita kuingat
agar bisa mengalir cerita tentang kita,
dendam, angkara murka

Pena pun habis tintanya, sebab aku
coba melukis angin di wajah air
berkat gunting yang terus kubawa
buat menggunting dongeng selama ini

Buku harian yang belum tertulis
tak sempat lagi kusentuh
kau tak mau menuntunku mengeja
kata-kata, bait demi bait,
syair demi syair, rayuan demi rayuan

Akh, terlalu dini di tulis
mungkin besok atau lusa saja
          saat engkau pulang



Zainal Arifin
Share:

Langkah



Aku ............ kau
Langkah memberat terbebani perasaaan
yang hadir karena dirimu sehingga aku
dapat membungkuk menyapa rumput
agar aku terlihat ramah dimana saja
juga dapat bertanya pada pepohon
terseok-seok menuju tabir malam
pergi ke pasar membuang sepi
jika sepi, terbebani oleh
nestapa luka hati


Zainal Arifin
Share:

Liwa, Lombok



Engkau tak lupa ‘kan
pada dua kota yang sering kita singgahi
untuk tempat pelepas lelah dan penat
memberi kedamaian
dalam dua perumpamaan?

Lain kali kita datang lagi di sini
jika engkau kembali dari
rantau
sebab aku selalu menungumu disini
supaya ada yang kau jadikan alasan untuk pulang

Jangan lupa bawa aku buah tangan
sekedar bukti kau datang
Share:

Bandara Seray, Icon Baru Lampung Barat







Krui, Lampung Barat:
Pariwisata Lampung Barat segera bangkit dengan uji coba penerbangan Jakarta-Krui dengan Susi Air via Bandara Seray pekan depan. Bupati Lampung Barat, Muchlis Basri mengatakan bulan oktober diharapkan bandara Seray sudah bisa beroperasi di Krui sehingga peselancar dunia bisa datang surfing ke pantai Tanjung Setia, Krui.

"Kami yakin pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi karena alam, warisan budaya, masyarakat dan dan aksesibilitas dan infrastruktur kini menunjang," kata Muchlis.

Menurut beliau, dengan landasan sepanjang 1 km, bandara Seray untuk kepentingan mitigasi bencana itu bisa dimanfaatkan untuk membawa langsung wisatawan mancanegara dalam waktu satu jam 25 menit dari ibukota negara," katanya di dampingi Wakil Bupati Dimyati Amin. Berbicara di sela-sela seminar daerah Dua dasawarsa Kabupaten Lampung Barat di Seminung Lumbok Resort di tepi Danau Ranau, Muchlis mengatakan pihaknya akan mendorong investor masuk ke daerah penghasil kopi luwak yang sudah mendunia itu.
"Kita harapkan ujicoba penerbangan ke Bandara Serai, Krui, 20 September mendatang akan berjalan lancar sehingga ada penerbangan reguler Jakarta-Krui," ungkapnya.

Kekayaan alam berupa taman nasional bukit barisan Selatan, Danau Ranau dan spot-spot untuk wisata bahari seperti surfing, mancing diyakini akan mendorong masuknya investor ke Lampung Barat.
"Pemkab Lampung Barat  sudah mempelopori pembangunan resort Seminung Lumbok, masyarakat juga mulai membangun hotel dan menjadikan rumah mereka sebagai homestay sehingga meski keterlibatan investor akan mempercepat pengembangan pariwisata Lampung Barat," tandasnya.

Pihaknya undang investor masuk untuk membangun infrastruktur termasuk gedung konvensi, dermaga dan jasa wisata terkait lainnya dengan berbagai kemudahan investasi, janjinya. Sementara itu Dirjen Pemasaran Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar mengatakan dengan potensi surfing di Pantai Tanjung Setia, pihaknya optimistis Krui juga akan dikunjungi wisman seperti halnya Raja Empat, Papua yang dikenal dengan spot diving.

"Untuk mencapai Danau Ranau dengan enam jam perjalanan baik dari Bandar Lampung maupun dari Palembang kalau dibuat persinggahan dan atraksi menarik per tiga jam tetap dapat menjaring wisman," kata Sapta.

Dia mengharapkan masyarakat Lampung Barat paham dengan dampak berganda dari kegiatan wisata, memberikan kenyamanan, keamanan dan ketertiban maka wisatawan akan mengalir datang.
"Jangan lupa siapkan wisata kuliner seperti gulai taboh dan harus percaya diri seperti orang Jepang memperkenalkan shashimi pada masyarakat dunia," ujarnya. (za)
Share:

Krui, Kota Penghasil Getah Damar Terbaik Dunia



Getah Damar, komoditas eksport
Kabupaten Pesisir Barat terkenal daerah konservasi di Propinsi Lampung.  Sebagai wilayah konservasi Kabupaten Pesisir Barat ternyata memiliki sumber daya alam yang melimpah.  Pariwisata merupakan prospek ideal daerah penghasil damar mata kucing tersebut.  Sebagian besar wilayah Kabupaten Pesisir Barat (78,76%) merupakan kawasan hutan, sehingga dirasa wajar jika Propinsi Lampung memposisikan daerah ini sebagai kawasan konservasi.
Oleh karena itu untuk setiap kegiatan usaha yang dikelola oleh badan usaha maupun milik pribadi, harus mengedepankan azas pelestarian lingkungan.  Baik itu budidaya pertanian, perikanan maupun perkebunan.  Salah satu yang menarik adalah usaha-usaha di areal Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang dapat dikonversi berupa pengambilan getah damar, daun, akar maupun kulit kayu, bambu, madu hutan hingga rotan.  Salah satu produksi hasil hutan non kayu yang telah dikembangkan oleh masyarakat secara turun temurun adalah damar mata kucing.  
Repong Damar
Damar mata kucing produksi Pesisir Barat sudah terkenal kualitasnya dan merupakan komoditi andalan Kabupaten Pesisir Barat.  Sentra-sentra produksi damar  mata kucing ini terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah, dan Pesisir Selatan dengan rata-rata produksi 4.435,2 ton pertahun.  Pengembangan komoditi pertanian, khususnya tanaman holtikultura masih sangat berpeluang.  Oleh karenanya Pesisir Barat membutuhkan investor  di sektor ini, mengingat bidang holtikultura masih diupayakan secara tradisional.  
Potensi perkebunan juga masih belum banyak yang tergali.  Komoditi kopi, kelapa dalam lada, cengkeh, kakao dan kelapa sawit adalah beberapa jenis hasil perkebunan yang masih dikelola secara turun temurun.  Untuk hasil olahan komoditi perkebunan belum terdapat pabrik pengolahan, kecuali hanya industry kopi bubuk, itupun sifatnya rumahan (home industry).  Sementara itu, peluang  pengembangan budidaya air payau (tambak) juga masih sangat prospektif.  Dengan dukungan ketersediaan lahan lebih dari 6.500 hektar (Ha) yang tersebar di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong (500 Ha), Pesisir Tengah dan Karya Penggawa (1.500 Ha), serta Pesisir Selatan dan Bengkunat (4.500 Ha).  
Disamping itu bahan tambangpun banyak terdapat di Kabupaten Pesisir Barat ini, seperti minyak bumi, emas, perak, tembaga, basalt, pasir tras, pasir besi, andesit, dan batu apung.  Patut diakui, wilayah Pesisir Barat ternyata banyak dikelilingi kawasan pesisir yang secara otomatis menjadi sentra wisata bahari, yang terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan.  Objek wisata Pantai Tanjung Setia yang sangat menarik untuk dijadikan tempat wisata berenang, menyelam, dan berselancar serta berperahu dan bersepeda sepanjang pantai.  Wisatawan mancanegara banyak menghabiskan waktu libur mereka di Pantai Karang Nyimbor sambil berselancar dan sunset.  
Sejumlah wisatawan yang pernah mengunjungi Pantai Tanjung Setia ini mengakui bahwa pantai ini sangat baik untuk dijadikan sebagai objek wisata di Lampung Barat mengingat memiliki keasriannya. Deburan ombak yang cukup tinggi menjadikan Karang Nyimbor sebagai tempat arena terbaik berselancar.  Untuk itu saat ini Pemkab Pesisir Barat terus melakukan pembenahan dengan melengkapinya berbagai fasilitas, sarana dan infrastruktur lainnya, sehingga wisatawan yang berkunjung ke objek ini menjadi betah berlama-lama, dan sudah barang tentu devisa yang dihasilkan pun menjadi bertambah.  Peluang ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pesisir Barat, sebab objek wisata yang demikian jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia. (za)


Share:

Pariwisata Lampung Barat



Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Propinsi Lampung. Ini dapat di lihat dari banyaknya wisatawan mancanegara maupun nusantara yang datang berkunjung untuk menikmati berbagai objek wisata di Lampung Barat. Objek wisata di Lampung Barat sangat lengkap mulai dari laut, danau, pegunungan, wisata alam dan juga wisata petualangan.

Untuk pengembangan pariwisata di Lampung Barat, Pemerintah Kabupaten terus melakukan berbagai upaya seperti penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur.

Kawasan Wisata Terpadu Lumbok Ranau (Seminung Lumbok Resort)



Keindahan Danau Ranau di Pekon Lumbok Kecamatan Sukau memang luar biasa, demikian diungkapkan berbagai kalangan yang pernah berkunjung ke Lumbok. Ditempat itu kita bisa menyaksikan hamparan biru danau dengan latar belakang gunung seminung yang menjulang tinggi dan perbukitan hijau. Wisatawan juga menikmati kehangatan air panas di kaki gunung Seminung, berperahu, dan berpiknik bersama keluarga.

Untuk memanjakan wisatawan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah membangun berbagai sarana seperti fasilitas 2 Cottage dengan kolam renang, hotel standar bintang 3 dengan 16 kamar,Restoran dan Convention Hall dengan kapasitas 30 orang lantai dasar dan 400 orang lantai atas.

Wisata Paralayang



Selain menikmati keindahan alam danau, wisatawan yang hobi olahraga paralayang dapat melakukannya disini. Kegiatan dirgantara paralayang merupakan bagian atraksi wisata. Dari ketinggian sekitar 400 meter,wisatawan dapat menikmati kontur alam yang begitu indah, danau ranau yang dilingkupi oleh pegunungan yang tegak menjulang salah satunya Gunung Seminung serta areal persawahan yang membentang luas sungguh panorama alam yang menyejukkan hati.

Wisatawan melakukan take off di bukit Mandi Angin, Pekon Lumbok dengan ketinggian 400 meter dpl. Site paralayang di Lumbok Ranau secara teknis sangat layak dan memiliki pemandangan alam yang lengkap.

Wisata Alam Pekon Hujung


Objek Wisata di Pekon Hujung Kecamatan Belalau, disini terdapat Gunung tertinggi di Lampung Barat yaitu Gunung Pesagi, dimana gunung inidijadikan sebagai wana wisata atau wisata alam. Wisatawan selain berpetualang melakukan pendakian dapat melihat keindahan alam dan bahari Lampung Barat dari ketinggian Gunung, disini juga terdapat Homestay tradisional Lampung Barat yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

Wisata alam kubu perahu, Kecamatan Balik Bukit


Lampung Barat memang tidak pernah habis. Satu lagi lokasi petualangan alam yang sangat menantang. Yakni wisata alam Kubu Perahu di Kecamatan Balik Bukit. Di sini wisatawan dapat menikmati rimbunnya pohon-pohon besar hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Lokasi ini sangat cocok untuk kegiatan jungle run. Wisatawan dapat menikmati aliran sungai yang jernih di sepanjang perjalanan menapaki hutan kawasan TNBBS. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati air terjun Sepapah Kiri yang begitu jernih dan indah.

Desa Wisata Lumbok

Lampung Barat juga menyajikan wisata desa, dimana desa yang dikunjungi masihsangat alami dengan suguhan pemandangan Danau Ranau, di tempat ini para pengunjung dapat melakukan aktivitas yang cocok untuk keluarga diantaranya : Menombak ikan, memanah ikan, berenang, memancing belut dan aktivitas malam yang tak kalah serunya.

Didesa Lumbok yang berjarak + 30 km dari ibukota kabupaten Lampung Barat Liwa, pengelola kawasan ini menyediakan homestay dirumah tradisional penduduk setempat dan menyajikan kuliner khas, seperti gulai taboh, dan ikan bakar.

Danau Suoh


Wisata alam ini menyajikan potensi wisata olahraga serta menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan, perjalanan ke lokasi yang hanya dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan jenis off Road dan kendaran roda dua jenis trail. Di sini terdapat 3 buah danau yang berubah-ubah  warnanya. Kawasan sekitar danau terdapat sumber panas bumi yang menambah keunikan dan keistimewaan lokasi. Untuk menuju lokasi dapat melalui Kecamatan Sekincau atau Kecamatan Batu Brak dengan jarak tempuh 4 jam perjalan dari Ibukota Liwa. Juga dapat melalui Kecamatan Wonosobo Kabapaten Tanggamus.

Arung Jeram, Kecamatan Sumber Jaya



Bagi anda yang gemar olah raga arung jeram (rafting), Lampung Barat memiliki Sungai Way Besai. Di sungai yang terdapat di Kecamatan Sumber Jaya ini wisatawan dapat menikmati lintasan jeram dengan grade III dengan jarak tempuh 3 km menjanjikan aktifitas yang menantang bagi para penggemar olahraga arung jeram.

Wisata Bahari


Objek Wisata Bahari terdapat di daerah pesisir Lampung Barat diantarnya :


Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan


Terletak di Pesisir Selatan, 52 Km dari Liwa potensi daya tarik yang ditawarkan adalah berselancar, berenang, menyelam, berperahu, berlayar, snorking, memancing, berjemur matahari, menyusuri pantai, mengumpulkan karang dan fotografi.

Pantai Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah


Its' nice country. Pantai labuhan jukung yang berlokasi di pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Tengah Krui, 32 Km dari Liwa. Pantai ini sangat ideal bagi pertumbuhan sektor wisata Kabupaten Lampung Barat sebab sepanjang tahun selalu dikunjungi oleh turis mancanegara yang ingin surfing, berjemur, wisata kuliner, dan fotografi. Alamnya yang indah sangat rugi untuk dilewatkan, apalagi ketika sunset pada ketinggian 7 derajat Bujur Barat akan memberikan efek magis bagi siapa yang memercayainya. Apalagi bila anda pecinta kuliner khas Krui, anda akan terkaget-kaget bila mencicipi Pandap buat di santap bersama orang yang anda sayangi.

Pantai Way Jambu, Kecamatan Pesisir Selatan
Terletak di Pesisir Selatan, 60 Km dari Liwa potensi daya tarik yang ditawarkan adalah berenang, menyelam, bersepeda, selancar angin, berkemah, dan berjemur matahari

Pantai Way Sindi, Kecamatan Karya Penggawa
Pesisir Tengah, 34 Km dari Liwa

Pantai Suka Negara, Kecamatan Bengkunat
Terletak di Bengkunat, 68 Km dari Liwa

Pantai Way Haru, Kecamatan Bengkunat 
Terletak di Bengkunat, 212 Km dari Liwa.

Objek wisata budaya dan sejarah
Objek Wisata budaya dan sejarah, adanya situs megalitik di Pekon Purajaya, rumah tradisional di desa Sukadana, dan berbagai Petilasan Patih Gajah Mada di Kecamatan Pesisir Utara.

Ragam Kesenian

Pesta Sakura (Topeng Khas Lampung Barat)


Pesta sakura merupakan pesta topeng yang diadakan tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri, dimulai sejak jam 09.00 hingga berakhir pada sorehari. Keunikan dari pesta sakura ini dalam acara panjat pinang yang berhadiahkan berbagai barang yang digantung di puncak batang pinang, para pemanjatnya terdiri atas beberapa orang pria (kelompok), dan para pemanjat tersebut memakai topeng serta dengan berbagai busana yang unik, bahkan para ada ada diantaranya ang memakai pakaian wanita. Pesta ini dilaksanakan

Tari-tarian

Sesuai dengan kondisi alam yang terdiri dari daerah perhutanan dan lautan, Kabupaten Lampung Barat memiliki aneka ragam tarian dengan tema yang banyak terinspirasi dari lingkungan. Keberadaan margasatwa banyak mengilhami gerakan tari-tarian di daerah Lampung Barat. Di daerah Balik Bukit terdapat Tari Kenui dan Tari Batin, dua jenis tarian yang gerakannya meniru burung elang. Tari batin biasanya dilakukan dalam rangka menyambut tamu-tamu penting. Event ini dilaksanakan rutin menyambut HUT Kabupaten Lampung Barat.

Event Tahunan

Festival Teluk Stabas
Ini diadakan perlombaan Kesenian dan Budaya tradisional antara lain: hadra, bedikhir, hahiwang, gambus dan Lomba tarian adat tradisional lainnya. Festival ini dijadwalkan berlangsung pada setiap bulan Juli.

Semarak Wisata Tanjung Setia
Pada kegiatan ini dilaksanakan berbagai perlombaan yang bernuansa bahari seperti selancar, kebut jukung, voli pantai, sepakbola pantai. Selain itu ditampilkan beberapa atraksi kesenian. Festival ini dijadwalkan berlangsung pada setiap bulan Juni

Gebyar Pesona Lumbok Ranau
Pada kegiatan ini dilaksanakan berbagai perlombaan yang bernuansa wisata tirta seperti kebut jukung, triatlon tradisional, memanah ikan, memancing di danau. Selain itu ditampilkan beberapa atraksi kesenian. Festival ini dijadwalkan langsung pada setiap bulan September. (za)
Share:

Bagaimana Menjadi Percaya Diri ?


Kepercayaan-diri adalah efek dari bagaimana kita merasa (M1), meyakini (M2), dan mengetahui (M3). Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya.
Sebaliknya, orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.
Buat kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan-diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin langkah-langkah dibawah ini bisa dijadikan proses latihan:
1. Menciptakan definisi diri positif.
Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:
     * Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.
    * Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki
    * Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.
Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.
2. Memperjuangkan keinginan yang positif
Merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita.
3. Mengatasi masalah secara positif
Memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede kita. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.
4. Memiliki dasar keputusan yang positif.
Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.
5. Memiliki model / teladan yang positif
Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a) pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain).
Selamat mencoba dan buktikan! (za)

Share:

Memupuk Rasa Percaya Diri



Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "tidak pede" dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya yakin hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada tantangan atau pun situasi baru.
Individu sering berkata pada diri sendiri, “ Dulu saya tidak penakut seperti ini....kenapa sekarang jadi begini ?”  ada juga yang berkata:  "Kok saya tidak seperti dia,...yang selalu percaya diri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya...saya malu menjadi diri saya!” Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurang percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan saya jawab dalam artikel ini.
Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “saktï”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.

Karakteristik
Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah :
·         Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain, tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok.
·         Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain, berani menjadi diri sendiri
·         Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
·         Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain)
·         Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya
·         Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.
Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah:
·         Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok
·         Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan
·         Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri
·         Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif
·         Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasangtarget untuk berhasil
·         Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)
·         Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu
·         Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain)
Perkembangan Rasa Percaya Diri
Pola Asuh
Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui proses yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini, merupakan faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.
Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.
Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik, sering memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan dan kemandirian anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan overprotective orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak belajar mengatasi problem dan tantangannya sendiri segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua. Anak akan merasa, bahwa dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak pernah menyenangkan dan membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara kandungnya yang lain atau di hadapan teman-temannya.
Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang kurang realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingkan anak, mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri, tanpa sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut. Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering menciptakan trend yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh kasus yang riil pernah terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak diterima masuk di jurusan A1 (IPA), meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau, orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu, hanya karena anak-anak lainnya pun demikian.
Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial. Akhirnya, anak tumbuh menjadi individu yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai, dicintai, dan diakui, harus menyenangkan orang lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk menjadi diri sendiri mereka tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu lemah, sementara ketakutannya terlalu besar.
Pola Pikir Negatif
Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru, dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu dari sisi negatif. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua negativisme itu berasal.
Pola pikir individu yang kurang percaya diri, bercirikan antara lain:
·         Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri (saya harus bisa begini...saya harus bisa begituï). Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur.
·         Cara berpikir totalitas dan dualisme : kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek!
·         Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-citanya di masa depan.
·         Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana.
·         Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas dikritik.
·         Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti saya memang bodoh, saya ditakdirkan untuk jadi orang susah, dsb....
·         Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara tulus, individu langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu tersebut langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya.
·         Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil, membuat individu langsung merasa menjadi orang tidak berguna.
Memupuk Rasa Percaya Diri
Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri.
1.    Evaluasi diri secara obyektif
Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik.
2.    Beri penghargaan yang jujur terhadap diri
Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.
3.    Positive thinking
Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody is perfect dan it’s okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di review kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.  
4.    Gunakan self-affirmation
Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya: Saya pasti bisa !! Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya ! Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan Sayalah yang memegang kendali hidup ini Saya bangga pada diri sendiri
5.    Berani mengambil resiko
Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain. 
6.    Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan
Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan beban seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat cemburu hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda.
7.    Menetapkan tujuan yang realistik
Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.
Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu.
Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk harus menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang tidak sehat). Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb namun dalam perjalanan waktu anak itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter memperalat, menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa. (za)
Share:
{{ date }}
{{ time }}
BIRU ANGIN

Postingan Populer

My Profil

Foto saya
Hidupmu takkan berubah jika kau hanya berpangku tangan

Recent Posts