Malam ini purnama sobat
kulihat ia turun bermain
di halaman samping rumahmu
mengetuk daun jendela kamarmu
dan membisikkan, “ Kau sudah tidur?”
Lalu ia bercerita tentang kita, tentang pelangi
tentang mendung, tentang hujan, tentang perjalanannya
Kamu tau nggak
seandainya kamu sedih maka
gemintang pun enggan mengerjap
purnama meredup, laut ‘kan diam,
angin enggan bertiup, karena kamu
Dengan berlayarnya ia di kegelapan
akan terciptalah cermin di muka laut
menyilakan wajahmu terbaca disana
memantulkan ceritera tentang kita
Apapun juga, kau akan tetap ceria
disini, di dinding hati, dinding asa
Merelief indah, takkan tergores
sampai nanti, sampai mati
namamu tetap abadi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar