Dilema



Kenapa cinta tak bicara agar
bulan tahu bahwa bintang mencintainya
Kenapa tak kau pecahkan saja kaca agar
semua memandang bahwa suka telah ada

Jika jiwa terpasung angan untuk memilikimu
laut ‘kan mendidih oleh hangatnya kerinduan
mendung mengelabu di sudut hati, bisakah
terlempar ke barat oleh angin darat?

Sesempurna garis senyum antara harapan dan impian
telah mendamparkan jiwa di sebuah padang ilalang
menghijau penuh bunga tapi luka,
Luka siapa?

Detak jantung bergema seiring detak jam dalam
sengketa tengah malam, memimpikanmu atau
melupakanmu

Sebenarnya cinta telah terjajah rasa takut
bila harus engkau pergi dengan debar hati tak menentu
bersama jatuhnya sungai di mata, di hati, di jiwa
Apakah kau merasa? 

Jika satu purnama kau tak kembali
bilakah masanya bersama lagi?
Dengan ceritera buat kau ceritakan
esok pagi.... padaku 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

{{ date }}
{{ time }}
BIRU ANGIN

Postingan Populer

My Profil

Foto saya
Hidupmu takkan berubah jika kau hanya berpangku tangan

Recent Posts