Wotogal Agil



Ternyata engkau mampu menunggunya
diseberang jembatan astral tak bertepi
dengan tubuh letih dan baju bersimbah peluh
yang seketika menjadi bunga dadap berduri

Engkau belum paham bahwa kita hanya boneka
yang dipermainkan adegan demi adegan
oleh tangan suci yang mampu
menarik secarik kertas dari meja belajar
tapi tiba-tiba kertas putih itu tercemar tinta
karena kau tidak hati-hati

Jembatan astral itu memuai dari barat
lalu melebar ke timur
Oh, kenapa kau harus menjemputnya?!
Padahal ia jauh
Padahal ia jenuh

Buatmu, supaya kau tidak lelah
menyanyilah dipinggir jembatan
dengan petikan gitar tuamu
malam ini, besok, lusa
                       juga sampai kau menemukanku
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

{{ date }}
{{ time }}
BIRU ANGIN

Postingan Populer

My Profil

Foto saya
Hidupmu takkan berubah jika kau hanya berpangku tangan

Recent Posts